Tampilkan postingan dengan label PERAWAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERAWAN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Maret 2018

Ku Ambil Keperawanan Gadis Tetanggaku

Ku Ambil Keperawanan Gadis Tetanggaku

Ku Ambil Keperawanan Gadis Tetanggaku

GAIRAH69KU - Minggu sore hampiir pukul empat. Sesudah menonton CD Dewasa sedari pagi kemaluanku tak mau diajak kompromii.

Kamis, 22 Februari 2018

Keperawananku Kuberikan Kepada Pamanku

                      Keperawananku Kuberikan Direnggut Pamanku


Cerita ini terjadi sekian tahun yang lalu ketika Aqu masih berumur 15 tahun. Aqu bersekolah di sebuah SMP favorit di kotAqu dan ketika itu masih duduk di kelas 3 SMP. Aqu adalah anak terakhir dari 3 bersaudara dengan kakakku yang tertua telah menjadi dokter umum dan kakakku yang satu lagi masih kuliah di salah satu perguruan tinggi negri.

Kamis, 28 Desember 2017

Keponakanku Yang Masih Perawan






Cerita Perawan Keponakanku Yang Masih Perawan


Cerita Perawan Keponakanku Yang Masih Perawan – Setiap lelaki pasti ingin dapet yang masih perawan. Gak peduli dia jejaka bahkan duda, yang punya bini pun, kalo bisa pengen ngentot sama perawan lagi.
Keponakanku Yang Masih Perawan

Jumat, 22 Desember 2017

ML Dengan ABG Cantik Anak Pak RT



ML Dengan ABG Cantik Anak Pak RT


GAIRAH69KU - ML Dengan ABG Cantik Anak Pak RT – Sudah hampir dua bulan aku ngekost di rumah Pak Irwan ketua Rt kampung Bojong daerah Bekasi. Kebetulan aku mendapatkan kontrak kerja selama setahun untuk sebuah proyek pembangunan apartemen di Bekasi. Dan selama itulah aku memendam hasrat dengan Bu Anne yang merupakan istri Pak Irwan. Aku tertarik pada Bu Anne sejak pertama kali masuk ngekost. Hampir setiap hari aku membayangkan ngentot dengan Bu Anne yang memiliki toket montok dan tubuh  seksi. Dan ternyata Bu Anne juga memendam hasrat yang sama denganku. Akhirnya kamipun sering mencuri waktu dan diam-diam bercumbu dikala Pak Rt sedang keluar rumah.


KIUKIUDOMINO


BANDAR Q

GAIRAH69KU - ML Dengan ABG Cantik Anak Pak RT – Tapi hasratku kepada Bu Anne jadi hilang seketika disaat tiba-tiba anak Pak Irwan yang kuliah di Surabaya pulang ke rumah. Vivi nama gadis itu, dia cantik, langsing dan berkulit putih tapi toketnya tidak terlalu besar, jauh berbeda dengan Bu Anne yang memiliki toket yang sangat montok.
Siang itu aku dimintai tolong sama Bu Anne untuk mengantar Vivi mencari tiket Bus supaya Vivi segera kembali ke Surabaya, dengan maksud agar Vivi tak lama berada di rumah dan tak menganggu hubungan kami. Akupun mengiyakan perintah Bu Anne. Dalam perjalanan kami tak banyak mengobrol bahkan terkesan diam.

Tiba-tiba dering hp Vivi berbunyi memecahkan kesunyian diantara kami, dengan segera Vivi mengangkat telpon itu. Aku tak tahu entah siapa yang menelponya dan apa yang sedang dibicarakannya, raut wajah Vivi berubah seketika, matanya berkaca-kaca tak lama air mata itupun terjatuh membasahi wajah Vivi. Akupun langsung menghentikan laju mobil dan berhenti ke pinggir di depan sebuah rumah makan.

“Lho kamu kenapa Vi? “ tanyaku penasaran. Tapi entah kenapa begitu melihat Vivi menangis , kontolku malah jadi tegang. Apa mungkin karena wajahnya tambah cantik yang membuat kontolku berdiri.

Vivi tak menjawab pertanyaanku, dia terus menangis dan lalu bersandar dipundakku. Aku merasa kasihan melihat kedaan Vivi, aku berusaha untuk menenangkannya dan mengajaknya masuk ke dalam rumah makan tersebut.
Setelah masuk ke dalam rumah makan tiba-tiba Vivi bercerita

“Hidupku serasa sudah selesai mas, aku ingin mati saja” katanya sambil sesenggukan.
“Hust, jangan ngomong gitu Vi ndak baik, emang kenapa sih?” tanyaku semakin penasaran.
“Tadi pacarku menelponku, dia memutuskan hubungan kami dan akan menikah dengan wanita lain” jawabnya.
“Kamu yang sabar ya…sudah jangan menangis lagi, di dunia ini lelaki gak Cuma dia aja kog, masih banyak lelaki lain yang lebih baik dari dia” jawabku sok bijak.

“Tapi mas, perawanku hilang karena dia, aku sudah tak berharga lagi” katanya
“Jangan berpikiran sempit, lihat disana banyak janda beranak yang juga jadi rebutan” jawabku mencoba menghibur.

Vivi lalu terdiam, aku tak tahu apa yang sedang dia pikirkan begitu mendengar ucapan ku, tapi perlahan isak tangisnya mereda dan mulai memakan makanan yang sudah kami pesan.

Setelah selesai makan, Vivi ngomong sesuatu yang membuatku terkejut, dia berkata kalau dia gak mau balik ke kampusnya dulu.

“Mas, kamu mau gak nemenin aku?” tanya Vivi mengejutkanku.
“Lha ini kan sudah kutememani” jawabku singkat.
“Iya tapi maksudku, temani aku satu atau dua hari gitu, tapi kalau kamu gak sibuk sih” katanya manja.

“Sebulan juga gak apa-apa kog Vi” jawabku menggodanya.
“Yang bener? Terus nanti pacarmu kalau marah gimana?” tanyanya memancing.
“Udah jangan banyak tanya, kalau kamu butuh teman aku bersedia menemanimu” jawabku sambil mencubit dagunya.

“Iiih, mesti ujung-ujungnya gombalan…hahaha” jawabnya.
“Emangnya kamu mau kemana minta ditemenin segala? Aku gak mau lho kalau suruh nemenin tidur,,hahahaha” tanyaku bercanda.

“Yeee, GR banget sih kamu, enakan tidur ma bonekaku…” jawabnya membalas candaanku.

“Emang bonekamu punya burung?hahahha” tanyaku memancing.

“Omong apa sih kamu, ngeres banget iihhh….” Jawabnya dengan nada manja.

“Aku juga siap kog jadi pacarmu sehari hehehhe…” kataku sambil mengelus pipinya.
Sesaat kemudian Vivi terdiam kembali, telapak tangannya berubah menjadi dingin dan berkeringat dengan ekspresi wajah yang gugup.

“Kamu kenapa Vi? Kog telapak tanganmu berubah dingin gini? Padahal cuma kuelus pipimu belum yang lainnya” tanyaku yang membuatnya tersadar dari lamunannya dan menarik tangannya.

“Udah ah…jangan ngawur, aku cuma pengin cari tempat yang tenang saja untuk menenangkan diriku, yuk cari tempat dimana gitu?” ajaknya.

“Aku tahu tempat yang asyik, dijamin kamu akan lupa dengan pacarmu dan mungkin juga lupa daratan…hahahaha” kataku sambil bercanda.

GAIRAH69KU - ML Dengan ABG Cantik Anak Pak RT – Tanpa menunggu jawab dari Vivi, aku lantas menggandeng tangannya untuk masuk ke dalam mobil dan langsung menuju tempat yang aku janjikan pada Vivi, yaitu sebuah apartemen yang bisa disewa harian.

Tiga puluh menit kemudian kami sampai di lokasi, di apartemen ini biasanya aku mengadakan pesta bersama dengan teman-temanku.

“Ini tempat apa mas? Seperti diskotik?” tanya Vivi penasaran.
“Sudah nikmati saja, anggap di rumah sendiri” kataku sambil menuangkan minuman yang aku ramu sendiri.

Kuputar musik di layar lebar yang berada di depan kami. Ruangan yang redup menambah keharmonisan kami. Hanya butuh waktu 5 menit, ramuan yang kubuat sudah berhasil membuyarkan kesadarannya.

Tanpa sadar kini tangan kanan Vivi mengelus-elus memenya sendiri dari luar celana yang dia pakai. Tanpa menunggu lama aku langsung menyambar tubuhnya hingga terjatuh di sofa dan langsung kutindih badannya.

“Biar kubantu mengelus ya? Agar lebih nikmat” kataku padanya. Tanpa menunggu jawaban darinya, aku langsung melepas semua pakaianku yang melekat pada tubuhku termasuk CDku kemudian aku juga membantu melepaskan seluruh baju Vivi, awalnya sih dia menolak dan coba menepis tanganku, tapi begitu dia melihat kontolku yang besar berdiri dia langsung menyerah.

Aku langsung mengambil posisi 69. Kujilati memeknya yang tanpa ditumbuhi bulu. Kubuka lubang memeknya dengan lidahku. Bisa dibayangkan betapa nikmat yang dirasakan Vivi apalagi dicampur dengan meminum ramuan yang buat tadi seakan menambah gairahnya. Vivi mengerang kencang, tanpa kuatir ada yang mendengar dari luar, karena ruangan ini memang cocok untuk mengekspresikan desahan dan rintihan.

“Arrgghhh, maasss…. Enak maaasss…terus mas..tusuk lubangku dengan lidahmu maasss…ooohhh…”

Desahnya semakin kencang seiring dengan sodokan lidahku yang juga semakin cepat mengobok-obok memenya yang sudah sangat becek. Vivi pun membalas permainanku, dia menjilati, menghisap dan mengocok kontolku dengan liarnya bahkan tak segan-segan dia menyusur anusku. Mengejang tubuhku dibuatnya dan kontolku pun seakan semakin mengeras dan panas.

“Aduuuhh…Viiii nikmat sekali sayaaaang…terus sayang jangan berhenti ya sedot yang keras Viiii….”


Vivi pun menuruti perkataanku dia, lalu menghisap kencang kepala kontolku dan semakin memasukan dalam ke mulutnya hingga terkena tenggorokannya. Rasanya sungguh nikmat di banding masuk ke dalam memek. 

Tapi aku gak tega melihat wajah Vivi berubah menjadi pucat terengah dan tersedak sejadi-jadinya.


Lalu kusandarkan tubuh Vivi di sofa dan perlahan aku menggesekan kepala kontolku di bibir memeknya. Perlahan kumasukan kontolku ke dalam lubang memeknya, 
terasa masih sempit meski dia sudah tak perawan lagi. 

Dengan sedikit hentakan akhirnya kontolku berhasil masuk ke dalam memeknya, 

“Sleeeep…..”. Vivi menjerit antara nikmat dan sedikit menahan sakit.

“Aaauuu…aaahhhh….sssthhhh….”

Setelah seluruh kontolku masuk ke dalam memeknya, akupun mulai memompa memek tersebut dengan penuh nafsu, dan tanganku kugunakan untuk meremas toketnya. Sodokanku kupercepat dan sesekali aku memukuli pantatnya seperti film bokep yang sering kulihat.


“Oooohhh…. Yeeeessss….” Erangan Vivi membuatku semakin bernafsu. Dan untuk menambah sensasi aku memasukan jari tengahku ke lubang anusnya yang terlebiih dahulu kulumuri dengan lendir memek Vivi. Aku tak peduli dengan apa yang dirasakan oleh Vivi, entah itu sakit atau nikmat.

Dua lubangnya kukocok bersamaan, kontolku menyodok memeknya sedangkan jari tengahku mengobok-obok anusnya.

“Enak gak Viiii…. Hari ini aku seutuhnya milikmu, kamu akan kupuaskan sayang….” Tanyaku sambil terus menyodok kedua lubangnya.


GAIRAH69KU - ML Dengan ABG Cantik Anak Pak RT – “Enak sekaliii maasss….aku udah gak tahan lagi maasss…” jerit Vivi.

Tak berapa lama tubuh Vivi menegang pertanda dia sudah orgasme. Tapi aku terus saja menyodok lubang-lubangnya, selama aku belum orgasme aku tak akan menghentikan sodokanku.

Dan benar saja setelah hampir setengah jam aku mengobok-obok memeknya dan anusnya, aku merasa tanda-tanda kontolku akan menyemprotkan sperma, Aku semakin mempercepat sodokan kontolku.

 “Ploookkk…ploookk…ploookkk”

“Aaahhhhh..ooohhhh….” teriaku sambil menyemprotkan seluruh spermaku ke dalam lubang memeknya.

“Crooot…crooottt…croootttt…”.  Kutahan kontolku agar tetap berada di dalam memeknya sampai spremaku habis seluruhnya menyemprot rahimnya. Kami berdua benar-benar menikmati persetubuhan yang liar ini. Dan akhirnya kami tertidur hingga pagi.

Keesokan harinya kami pulang ke rumah karena Pak Rt dan Bu Rt sudah menunggu kami. Disepanjang perjalanan Vivi menangis lagi. Dan sama seperti cowok yang lain aku mencoba untuk merayu dan menenagkannya.

Aku juga berjanji akan bertanggung jawab apabila dia sampai hamil. Tapi untungnya samapi kontraku selesai Vivi tak juga hamil, aku pulang kampong dengan aman.

AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA 100% AMAN

KIUKIUDOMINO

BANDAR Q

SISTEM DEPO WD YANG CEPAT

- MIN DEPOSIT             IDR  50.000
- MIN WITHDRAW       IDR  50.000

"PROMO DEPOSIT "
- BONUS TURNOVER 0.3%
- BONUS REFERRAL 20%
Bonus Dibagikan 2x Seminggu Setiap SELASA & SABTU

UNTUK DAFTAR  :
DAFTAR

UNTUK DOWNLOAD APLIKASI PERMAINAN
APLIKASI
UNTUK INFO LEBIH LANJUT SILAHAKN HUBUNGI KITA DI :

Pin BBM : D883CE84
No. Telp : +66616873136
Skype : KiukiuDomino@hotmail.com
LineID : Kiukiudomino
WechatID : kiukiudomino

TERIMA KASIH SALAM SUKSES ADMIN KIUKIUDOMINO

Kamis, 21 Desember 2017

Menikmati toket janda genit tetangga rumah ku

GAIRAH69KU- Menikmati toket janda genit tetangga rumah ku

Selamat datang di Cerita Panas Persembahan filmpanas. saat ini Team Cerita Panas ingin membagikan cerita yang berjudul Menikmati toket janda genit tetangga rumah ku. Selalu dapatkan Cerita Terbaru dari kami dengan membookmark halaman website kami dengan menekan tombol CTRL + D.


GAIRAH69KU- Menikmati toket janda genit tetangga rumah ku

Ini terjadi saat aku baru duduk di bangku SLTP kelas 3. Waktu itu aku tinggal di pinggiran kota Jakarta yang masih banyak penduduk Betawinya.
Di sebelah rumahku tinggal keluarga Betawi, anak lelaki bungsunya teman bermainku. Dia mempunyai 3 orang kakak perempuan. Yang akan aku ceritakan di sini adalah kakaknya yang bernama Anah. Seorang janda beranak satu. Usianya saat itu kira-kira 38 tahunan.
Sebagai tetangga sebelah rumah, aku cukup akrab dengan semua anggota keluarga, sehingga aku bisa keluar masuk rumahnya dengan leluasa. Oh iya, sebelum aku lupa, mpok Anah ini orangnya hitam manis dengan payudara lumayan besar (mungkin ukuran 36C). Entahlah, aku sendiri saat itu tidak tahu persis, karena masih “ingusan”. Yang aku tahu, ukurannya cukup membuat anak seusiaku menelan ludah, kalau melihatnya.
Seperti orang Betawi jaman dulu pada umumnya, mpok Anah ini suka sekali, terutama kalau hari sedang panas, cuma mengenakan bra saja dan rok bawah. Mungkin untuk mendapatkan kesegaran. Nah aku seringkali melihat si mpok dalam “mode” seperti ini. Usiaku saat itu sudah memungkinkan untuk bergairah melihat tonjolan payudaranya yang hanya ditutupi bra.
Tapi yang paling membuatku menahan nafas adalah bentuk dan goyangan pantatnya. Pinggul dan pantatnya bulat dan bentuknya “nonggeng” di belakang. Kalau berjalan, pantatnya bergoyang sedemikian rupa membuat gairah remajaku yang baru tumbuh selalu tergoda.
Pembaca, mpok Anah ini sudah tiga kali menjanda, dan semua warga kampung kami sudah tahu bahwa mpok Anah ini memang “nakal” sehingga tidak ada pria yang betah berlama-lama menjadi suaminya. Mpok Anah ini suka sekali menggodaku dengan mengatakan bahwa dia pengen sekali merasakan keperjakaanku (saat itu aku memang masih perjaka, belum pernah sekalipun merasakan wanita, pacaranpun baru sebatas mencium dan memeluk saja).
Suatu kali, selepas maghrib, aku ke rumahnya. Tadinya aku ingin mengajak Udin, adiknya yang temanku untuk main. Aku masuk lewat pintu belakang karena memang sudah akrab sekali. Tapi di belakang rumahnya itu, ada mpok Anah yang sedang duduk di kursi dekat sumur (sumurnya masih pake timba).

KIUKIUDOMINO

BANADAR Q

Aku bertanya ke si mpok, “Pok, Udin ada?”.
“Kagak, dia ikut baba (Bapak) ama nyak (Ibu) ke Depok.” jawab si mpok.
“Wah, jadi mpok sendirian dong di rumah?” tanyaku basa basi.
“Iya, asyik kan? Kita bisa pacaran.” sahut si mpok.
Aku cuma tertawa, karena memang sudah biasa dia ngomong begitu.
“Duduk dulu dong Wan, ngobrol ama mpok ngapa sih.” katanya.
Akupun duduk di kursi sebelah kirinya, si mpok sedang minum anggur cap orangtua. Aku tahu dia memang suka minum anggur, mungkin itu juga sebabnya tidak ada suami yang betah sama dia.
“Si Amir mana pok?” tanyaku menanyakan anaknya.
“Diajak ke Depok.” sahutnya pendek.
“Mau minum nggak Wan?” dia nawarin anggurnya.
Entah kenapa, aku tidak menolak. Bukannya sok alim pembaca, aku juga suka minum, cuma karena orang tuaku termasuk berada, biasanya aku hanya minum minuman dari luar negeri. Tapi saat itu aku minum juga anggur yang ditawarkan mpok Anah.
Jadilah kami minum sambil ngobrol ngalor ngidul. Tak terasa sudah satu botol kami habiskan berdua. Dan aku mulai terpengaruh alkohol dalam anggur itu, namun aku pura-pura masih kuat, karena kulihat mpok Anah belum terpengaruh. Gengsi.
Aku mulai memperhatikan mpok Anah lebih teliti (terutama setelah dipengaruhi alkohol murahan itu). Pandanganku tertuju ke toketnya yang hanya ditutupi bra hitam yang agak kekecilan. Sehingga toketnya seperti mau meloncat keluar. Wajahnya cukup manis, agak ke arab-araban, kulitnya hitam tapi mulus. Baru sekarang aku menyadari bahwa ternyata mpok Anah manis juga. Rupanya pengaruh alkohol sudah mendominasi pikiranku.
Merasa diperhatikan si Mpok membusungkan dadanya, membuat penis remajaku mulai mengeras. Dan dengan sengaja dia membuat gerakan menggaruk toket kirinya sambil memperhatikan reaksiku. Tentu saja aku belingsatan dibuatnya. Sambil menggaruk toketnya perlahan si Mpok bertanya.

“Wan kok bengong gitu sih?”
Bukannya kaget, aku yang sudah setengah mabok itu malah menjawab terus terang, “Abis tetek Mpok gede banget, bikin saya napsu aja.”
Eh, dia malah merogoh toket kirinya, terus dikeluarkan dari branya.
“Kalo napsu, pegang aja Wan. Nih,” katanya sambil mengasongkan toketnya ke depan.
“Diemut juga boleh Wan.” tambahnya.
Aku yang sudah mabok alkohol, semakin pusing karena ditambah mabok kepayang akibat tantangan Mpok Anah.
“Boleh pok?” tanyaku lugu.
“Dari dulu kan Mpok udah pengen buka “segel” Irwan. Irwannya aja yang jual mahal.” katanya sambil memegang kepalaku dengan tangan kirinya dan menekan kepalaku ke arah toketnya.
Aku pasrah, perlahan mukaku mendekat ke arah toket kirinya yang sudah dikeluarkan dari bra itu. Dan hidungku menyentuh pentilnya yang cokelat kehitaman. Segera aroma yang aneh tapi membuat kepalaku seperti hilang menyergap hidungku. Dan keluguanku membuat aku hanya puas mencium dengan hidungku, menghirup aroma toket Mpok Anah saja.
“Waan.” tegur Mpok Anah.
“Apa Mpok?” tanyaku sambil menengadah.
“Jangan cuma diendus gitu ngapa. Keluarin lidah Irwan, jilatin pentil Mpok, terus diemut juga. Ayo coba” Mpok Anah mengajariku sambil kembali tangannya menekan kepalaku.
Aku menurut, kukeluarkan lidahku, dan kujilati sekitar pentilnya yang kurasakan semakin keras di lidahku. Dan sesekali kuemut pentilnya seperti bayi yang menyusu pada ibunya. Ku dengar Mpok Anah mengerang, tangannya meremas rambutku dan berkata.
“Naah, gitu Wan. Terusin Waann. Gigit pentil Mpok Wan, tapi jangan kenceng gigitnya, pelan aja.” pinta si Mpok.
Akupun menuruti permintaannya. Kugigit pentilnya pelan, erangan dan desahannya semakin keras. Dengan lembut si Mpok menarik kepalaku dari toketnya, wajahku ditengadahkan, lalu dia mencium bibirku dengan penuh gairah. Bibirku diemut dan lidahnya bermain dengan lincahnya di dalam mulutku. Aku terpesona dengan permainan lidahnya yang baru sekali ini kurasakan.

Getaran yang diberikan Mpok Anah melalui lidahnya menjalar dari sekujur bibirku sampai ke seluruh tubuhku dan akhirnya masuk ke jantungku. Aku terbawa ke awang-awang. TIdak hanya itu, Mpok Anah menjilati sekujur wajahku, dari mulai daguku, ke hidungku, mataku semua dijilat tak terlewat satu sentipun. Terakhir lidah Mpok Anah menyapu telingaku, bergetar rasanya seluruh tubuhku merasakan sensasi yang Mpok Anah berikan ini.
Sambil menjilati telingaku, tangannya menarik tanganku dan dibawanya ke toketnya, sambil membisikkan, “Remes-remes tetek Mpok dong Waann.” Aku menurutinya, dan kudengar desahan si Mpok yang membuatku semakin bergairah, sehingga remasanku pada teteknya juga semakin intens.
“Aauugghh.. Sshh.. Naahh gitu Wan.”
Lalu diapun kembali menjilati daerah telingaku. Aku semakin terbuai dengan permainan Mpok Anah yang ternyata sangat mengasyikkan untukku ini. Lalu Mpok Anah kembali menciumi bibirku, dan kami saling berpagutan.
Aku jadi mengikuti permainan lidah Mpok Anah, lidah kami saling membelit, menjilat mulut masing-masing. Kembali kurasakan tekanan tangan Mpok Anah yang membimbing kepalaku ke leher dan telinganya. Akupun melakukan seperti yang dilakukan Mpok Anah tadi.
Kujilati telinganya, dan dia mendesah kenikmatan. Lagi, dia menekan kepalaku untuk mencapai teteknya yang semakin mencuat pentilnya. Aku mencoba mengambil inisiatif untuk memegang vaginanya. Tangan kiriku bergerak turun untuk menyentuh bagian paling intim Mpok Anah. Tapi Mpok Anah menahan tanganku.
“Nanti dong Waan, sabar ya sayaanng.” Aku sudah gemetar menahan gairah yang kurasakan mendesak di sekujur tubuhku.
“Pook, Irwan pengen pook.” pintaku.
“Pengen apa Waan,” tanya Mpok Anah menggodaku.
“Pengen liat itu.” kataku sambil menunjuk ke selangkangan Mpok Anah yang masih tertutup rok merah dari bahan yang tipis.
“Pengen liat memek Mpok?” Mpok Anah menegaskan apa yang kuminta.
“Iya pok.” jawabku.
“Itu sih gampang, tinggal Mpok singkapin rok Mpok, udah keliatan tuh.” kata Mpok Anah sambil menyingkapkan roknya ke atas, sehingga terlihat celana dalamnya yang berwarna biru tua.

Dan kulihat segunduk daging di balik CD biru tua itu. Aku menelan ludah dan terpaksa menahan untuk tidak limbung. Sungguh luar biasa bentuk gundukan di balik CD itu. Aku memang baru pertama kali melihat gundukan memek, tapi aku yakin kalo gundukan memek Mpok Anah sangat montok alias tembem sekali.
Dan Mpok Anah memang sengaja ingin menggodaku, dia menahan singkapan roknya itu beberapa lama, dan saat aku ingin menyentuhnya, dia kembali menutupnya sambil tertawa menggoda.
“Jangan disini dong Wan. Ntar kita digerebek lagi kalo ada yang tau.” kata Mpok Anah sambil berdiri dan menuntun tanganku ke dalam rumahnya.
Bagai kerbau dicocok hidungnya akupun menurut saja. Aku sudah pasrah, aku ingin sekali merasakan nikmatnya Mpok Anah. Dan yang pasti aku sudah telanjur hanyut oleh permainannya yang pandai sekali membawaku ke dalam jebakan kenikmatan permainan sorgawinya.
Mpok Anah menuntunku ke kamarnya. Tempat tidurnya hanya berupa kasur yang diletakkan di atas karpet vinyl, tanpa tempat tidur. Lalu mpok Anah mengajakku duduk di kasur. Kami masih berpegangan tangan. Mpok Anah melumat bibirku, dan kami berpagutan kembali. Lalu mpok Anah menghentikan ciuman kami. Dia menatapku dengan tajam, lalu bertanya.
“Wan, kamu bener-bener pengen ngeliat memek mpok?”
Aku mengangguk, karena pertanyaan ini membuatku tidak bisa menjawab. Semakin mabok rasanya. Mpok Anah kemudian melepaskan rok dan bra yang dipakainya dan sekarang tinggal CDnya saja yang masih tersisa. Kembali aku menelan ludah. Dan pandanganku terpaku pada gundukan di balik celana dalam mpok Anah. Betapa montoknya gundukan memek mpok Anah.
Lalu mpok Anah berbaring telentang, kemudian dengan gerakan perlahan, mpok Anah mulai menurunkan CD sehingga terlepaslah sudah. Aku yang masih duduk agak jauh dari posisi memek mpok Anah cuma bisa menahan gairah yang menggelegak di dalam jantung dan hatiku.
Benar saja, memek mpok Anah sangat tebal, dagingnya terlihat begitu menggairahkan. Dengan bulu yang lebat, semakin membuatku tidak karuan rasanya.
“Katanya pengen ngeliat, sini dong liatnya dari deket Wan,” kata mpok Anah.
“I iya pok,” sahutku terbata sambil mendekatkan wajahku ke selangkangan mpok Anah. Dia melebarkan kedua pahanya sehingga membuka jalan bagiku untuk lebih mendekat ke memeknya.
“Niih, puas-puasin deh liatin memek mpok, Wan.” kata mpok Anah.
Setelah dekat, apa yang kulihat sungguh membuatku tidak kuat untuk tidak gemetar. Belahan daging yang kulihat ini sangat indah, berwarna merah, bulunya lebat sekali menambah keindahan. Di bagian atas, mencuat daging kecil yang seperti menantangku untuk menjamahnya. Aromanya, sebuah aroma yang aneh, namun membuatku semakin horny.
“Udah? Cuma diliatin aja? Nggak mau nyium itil mpok?” pancing mpok Anah sambil dua jari tangan kanannya menggosok-gosok daging kecil yang mencuat di bagian atas memeknya.
“Mm.. Mmau pok. Mau banget.” kataku antusias. Lalu tangan mpok Anah menekan kepalaku sehingga semakin dekat ke memeknya. “Ya udah cium dong kalo gitu, itil mpok udah nggak tahan pengen Irwan ciumin, jilatin, gigitin.”
Dan bibirkupun menyentuh itilnya, kukecup itilnya dengan nafsu yang hampir membuatku pingsan. Aroma kewanitaan mpok Anah semakin keras menerpa hidungku. Mpok Anah mendesah saat bibirku menyentuh itilnya. Lalu kejilati itilnya dengan semangat, tidak hanya itilnya, tapi juga bibir memek mpok Anah yang tebal itu aku jilati. Jilatanku membuat mpok Anah mengejang seraya mendesah dan mengerang hebat.
“Sshh.. Aarrgghh.. Gitu Waann.. Oogghh..”
Suara rintihan dan desahan mpok Anah membuatku semakin bergairah menjilati seluruh bagian memek mpok Anah. Bahkan sekarang kumasukkan lidahku ke dalam jepitan bibir memek mpok Anah. Tangan mpok Anah menekan kepalaku, sehingga wajahku semakin terbenam dalam selangkangan mpok Anah. Agak susah juga aku bernafas, tapi aku senang sekali.
Kumasukkan lidahku ke dalam lubang nikmat mpok Anah, lalu ku jelajahi lorong memeknya sejauh lidahku mampu menjangkaunya. Tiba-tiba, kurasakan lidahku seperti ada mengemut. Luar biasa, rupanya memek mpok Anah membalas permainan lidahku dengan denyutan yang kurasakan seperti mengemut lidahku. Tubuh mpok Anah menggelinjang keras, pinggulnya berputar sehingga kepalaku ikut berputar.
Tapi itu tidak menghentikan permainan lidahku di dalam jepitan daging memek mpok Anah. Desahan mpok Anah semakin keras begitu juga dengan gerakan pinggulnya, aku semakin bersemangat menjilati, dan sesekali aku menjepit itilnya dengan kedua bibirku, dan rupanya ini sangat membuat mpok Anah terangsang, terbukti setiap kali aku menjepit itilnya dengan bibir, mpok Anah mengejang dan mendesah lebih keras.
“Sshh, aarrghhgghh, Wan, itu enak banget waan..”
Tapi, putaran pinggul mpok Anah terhenti, sebagai gantinya, sesekali dia menghentakkan pantatnya ke atas. Hentakan-hentakan ini membuat wajahku seperti mengangguk-angguk. Erangannya semakin keras, dan tiba-tiba dia menjerit kecil, tubuhnya mengejang, pantatnya diangkat keatas, sedangkan tangannya menekan kepalaku dengan kencang ke memeknya. Dan kurasakan di dalam memek mpok Anah ada cairan yang membanjir dan ada rasa gurih yang nikmat sekali pada lidahku.
Desahan mpok Anah seperti sedang menahan sakit. Tapi belakangan baru aku tahu bahwa ternyata mpok Anah sedang mengalami orgasme. Dan pantat mpok Anah berputar pelan sambil terkadang terhentak keatas, dan tubuhnya mengejang. Sementara itu, cairan yang membanjir keluar itu ada yang tertelan sedikit olehku, tapi setelah aku tahu bahwa rasanya enak, akupun menjilati sisa cairan yang masih mengalir keluar dari memek mpok Anah. Mpok Anah kembali menggeliat dan mengerang seperti orang sedang menahan sakit.
Kepalaku masih terjepit dipahanya, dan mulutkupun masih terbenam di memeknya. Tapi aku tak peduli, aku menikmati sekali posisi ini. Dan tak ingin cepat-cepat melepaskannya. Tak lama kemudian, mpok Anah merenggangkan pahanya sehingga kepalaku bisa bebas lagi. Kemudian mpok Anah menarik tanganku. Aku mengikuti tarikannya, badanku sekarang menindih tubuhnya, kambali bibir kami berpagutan. Lidah saling belit dalam gelora nafsu kami.
Lalu mpok Anah melepaskan ciumannya dan berkata, “Wan, terima kasih ya. Enak banget deh. Mpok puas. Ayo sekarang giliran mpok.”
Mpok Anah bangun dari tidurnya dan akupun duduk. Dia mulai membuka pakaianku dimulai dari kemejaku. Setiap kali satu kancing baju terlepas, mpok Anah mengecup bagian tubuhku yang terbuka. Dan saat semua kancing sudah terlepas, mpok Anah mulai menjilati dadaku, pentilku disedotnya.
Aku merasakan sesuatu yang aneh namun membuatku semakin bernafsu. Sambil menjilati bagian atas tubuhku, tangan mpok Anah bekerj membuka celana panjangku dan melemparkannya ke lantai. Sekarang aku hanya tinggal mengenak CD saja. Mpok Anah menyuruhku berbaring telentang. Aku menurut.
Lalu CD ku diperosotkannya melalui kakiku, aku membantu dengan menaikkan kakiku sehingga mpok Anah lebih mudah melepaskan CDku. Dunia seperti terbalik rasanya saat tangan mpok Anah mulai menggenggam tititku dan mengelus serta mengocoknya perlahan.
“Lumayan juga titit kamu Wan. Gede juga, keras lagi.” celetuk mpok Anah.
Tak membuang waktu, mpok Anah segera menurunkan wajahnya sehingga mulutnya menyentuh kepala tititku. Dikecupnya kepala tititku dengan lembut, kemudian dikeluarkannya lidahnya, mulai menjilati kepala, lalu batang dan turun ke.. Bijiku. Semua dilakukannya sambil mengocok tititku dengan gerakan halus.
Lidahnya bergerak turun naik dengan lincahnya membuatku semakin tidak terkendali. Aku mendesah dan mengerang merasakan kenikmatan dan sensasi yang mpok Anah berikan. Sungguh luar biasa permainan lidah mpok Anah.
Setelah beberapa lama, mpok Anah menghentikan lidahnya. Rupanya dia sudah merasa bahwa tingkat ereksiku sudah cukup untuk memulai permainan.
“Udah Wan, sekarang Irwan masukkin kontol Irwan ke memek mpok. Adduhh, mpok udah nggak sabar pengen disiram sama perjaka. Biar mpok awet muda Wan.” kata mpok Anah.
Aku tak mengerti maksud mpok Anah, tapi yang jelas, sekarang mpok Anah kembali tiduran dan menyuruhku mulai mengambil posisi di atasnya. Mpok Anah melebarkan kedua kakinya sehingga aku bisa masuk di antara kakinya itu. Kemudian mpok Anah memegang tititku dan mengarahkannya ke memeknya yang sudah menanti untuk kumasuki. Mpok Anah meletakkan tititku di depan memeknya, kemudian berkata, “Nah, sekarang teken Wan.”
Aku tidak menunggu lebih lama lagi. Segera kutekan tititku memasuki kegelapan memek mpok Anah. Kurasakan tititku seperti dijepit daging yang sangat keras namun lembut dan kenyal, agak licin tapi sekaligus juga agak seret.
“Aagghh.. Pelan dulu Wan,” pinta mpok Anah.
Saat kepala tititku sudah masuk, mpok Anah menggoyangkan pinggulnya sedikit, membuatku semakin mudah untuk memasukkan seluruh tititku. Dan akhirnya terbenamlah sudah tititku di dalam memeknya. Jepitannya kuat sekali, namun ada kelicinan yang membuatku merasa seperti di dalam sorga. Kemudian mpok Anah terdiam.
DIa berkonsentrasi agaknya, karena tahu-tahu kurasakan tititku seperti disedot oleh memek mpok Anah. Ya ampuun, rasanya mau meledak tubuhku merasakan denyutan di memek mpok Anah ini. Tititku seperti dijepit dan tidak bisa kugerakkan. Seperti ada cincin yang mengikat tititku di dalam memek mpok Anah. Aku agak bingung, karena aku tidak bisa bergerak sama sekali.
“Mpok, apa nih?” aku bertanya.
“Enak nggak Wan?” tanya mpok Anah.
“Iya pok, enak banget. Apaan tuh tadi pok?” aku kembali bertanya.
Mpok Anah tidak menjawab, hanya tersenyum penuh kebanggaan. Kemudian mpok Anah melepaskan jepitan memeknya pada tititku.
“Sekarang kamu gerakin keluar masuk titit kamu ya Wan.” perintah mpok Anah.
Dan akupun mulai permainan sesungguhnya, kugerakkan tititku keluar masuk di lorong kenikmatan mpok Anah. Setiap gerakan yang kubuat menimbulkan sensasi yang luar biasa, baik untukku maupun untuk mpok Anah.
Mula-mula pelan saja gerakanku, tapi lama-lama, mungkin karena nafsu yang semakin besar, gerakanku semakin cepat. Dan mpok Anah mengimbangi gerakanku dengan putaran pinggulnya yang mengombang-ambingkan tubuhku. Putaran pinggul mpok Anah membuat seperti ada yang mau meledak dalam diriku.
“Hhgghh.. Oogghh.. Sshh, Waann. Kamu jago banget waann..” desah pok Anah.
Aku tidak tahu apa maksudnya, namun pujiannya membuatku semakin memacu “motor”ku menerobos kegelapan di lorong mpok Anah. Lalu mpok menghentikan putaran pinggulnya dan melingkarkan kakinya ke kakiku sehingga kembali aku tidak bisa bergerak leluasa.
“Wan, sekarang kamu diem aja, kamu rasain aja mpot ayam mpok.” perintahnya.
Lagi, aku tak tahu apa maksudnya, namun mpok Anah mencium bibirku dan lidahnya mengajakku berpagutan kembali.
“Mpok udah mau keluar lagi nih wan, kita barengin ya sayang, mpok tanggung pasti enak deh.” kata mpok Anah.
Tubuh mpok Anah diam, namun kurasakan tititku seperti dijepit dan dipijit dengan lembut, benar-benar luar biasa memek mpok Anah. Kembali desakan lahar dalam diriku menuntut dikeluarkan. Dan denyutan memek mpok Anah terus saja mengemuti tititku membuatku merem melek. Dan akhirnya aku benar-benar tidak kuat menahan lahar yang mendesak itu.
“Mpookk.. Adduuhh.. Sayaa..” aku tidak dapat meneruskan kata-kataku, tapi mpok Anah rupanya mengerti bahwa aku sudah hampir mencapai klimaksku.
“Tahan Wan, mpok juga mau nyampe nih, Barengin ya Wan.” kata mpok Anah.
Aku tak peduli, karena aku tidak bisa menahannya, dengan erangan panjang, aku merasakan tititku mengeras dan tubuhku mengejang. Kuhunjamkan tititku dalam-dalam ke memek mpok Anah, dan menyemburlah lahar yang sudah mendesak dari tadi ke dalam memek mpok Anah.
“Mpookk.. Aagghh..”
Croott… Crroott… Mpok Anahpun menjerit kecil dan tubuhnya menegang, tangannya memeluk dengan kuat. Di dalam kegelapan memek mpok Anah, semprotan air maniku bercampur dengan banjirnya air mani mpok Anah. Aku tak bisa mengungkapkan bagaimana enaknya sensasi yang kurasakan.
Pinggul mpok Anah bergetar, dan menghentak dengan kerasnya. Memeknya berdenyut-denyut, enak sekali. Banyak selaki lahar yang kumuntahkan di memek mpok Anah, ditambah lahar mpok Anah, rupanya tidak mampu ditampung semuanya, sehingga sebagian meleleh keluar dari memek mpok Anah dan turun ke belahan pantatnya.
Lama kami berdiam dalam posisi masih berpelukan, tititku masih terbenam di memek mpok Anah. Tubuh kami bersimbah peluh, nafas kami masih memburu. Kemudian, mpok Anah tersenyum, lalu menciumku.
“Kamu hebat banget Wan. Baru pertama aja udah bisa bikin mpok puas. Gimana nanti kalo udah jago.” kata mpok Anah.
“Pok, Ma kasih ya pok. Enak banget deh tadi pok.” kataku.
“Sama-sama Wan, mpok juga terima kasih udah dikasih perjaka kamu. Besok mau lagi nggak?” tantang mpok Anah.
“Mau dong pok, siapa yang nggak mau memek enak kayak gini.” jawabku sambil mengecup bibirnya. Dan kamipun kembali berpagutan.
Itulah pengalaman pertamaku dengan wanita. Sejak itu, mulailah petualanganku dengan wanita-wanita yang lain. Mpok Anah telah memberi pelajaran yang sangat nikmat.

AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA 100% AMAN

KIUKIUDOMINO

BANDAR Q

- SISTEM DEPO WD YANG CEPAT

- MIN DEPOSIT             IDR  50.000
- MIN WITHDRAW       IDR  50.000

"PROMO DEPOSIT "
- BONUS TURNOVER 0.3%
- BONUS REFERRAL 20%
Bonus Dibagikan 2x Seminggu Setiap SELASA & SABTU

UNTUK DAFTAR  :
DAFTAR

UNTUK DOWNLOAD APLIKASI PERMAINAN
APLIKASI

UNTUK INFO LEBIH LANJUT SILAHAKN HUBUNGI KITA DI :

Pin BBM : D883CE84
No. Telp : +66616873136
Skype : KiukiuDomino@hotmail.com
LineID : Kiukiudomino
WechatID : kiukiudomino



TERIMA KASIH SALAM SUKSES ADMIN KIUKIUDOMINO

Anjingku Jadi Penggati Kekasihku

                                         Anjingku Jadi Penggati Kekasihku Namaku Florence serta saat ini saya tengah ada di Roma, It...